Keluar dari Pola Pikir Biasa

Gemintang.com – Suatu hari seorang bapak terpaksa meminjam sejumlah uang dari rentenir untuk modal usaha. Sayangnya, usaha si bapak tidak berhasil. Bukannya untung, ia malah merugi. Namun ketika waktu membayar tiba dan ia tidak memiliki uang untuk membayarnya. Si rentenir jahat ternyata menyukai putri si bapak dan menawarkan sebuah kesepakatan.

“Begini saja. Karena saya suka dengan putri bapak, bagaimana kalau bapak mengijinkan saya menikahi putri bapak? Jika bapak bersedia, hutang bapak akan saya anggap lunas!”

Si bapak dan putrinya terkejut. Sang putri memandang ayahnya dengan pandangan memohon sambil menggeleng-gelengkan kepala. Melihat hal itu si rentenir merasa tersinggung, ia pun segera menawarkan kesepakatan baru.

“Saya akan memasukan 2 kerikil ke dalam tas tangan kecil ini. Satu berwarna hitam dan satu lagi berwarna putih. Putri bapak harus mengambil salah satu kerikil itu. Bila dia mengambil yang berwarna hitam, dia harus menikahi saya dan hutang bapak akan saya anggap lunas. Jika dia mengambil yang berwarna putih, dia tidak usah menikahi saya dan hutang bapak saya anggap lunas. Tapi bila dia menolak mengambil, bapak akan saya masukkan ke penjara!”

Sang ayah memandang sang putri dengan wajah lelah dan pasrah. Di saat yang sama si rentenir diam-diam memasukkan dua kerikil hitam ke dalam tas tangan kecil miliknya. Untungnya, putri si bapak melihat kejadian itu. Ia pun menjadi dilema. Ia bingung harus melakukan apa. Pilihannya hanya 3, yaitu menolak mengambil kerikil, menunjukkan kecurangan si rentenir tentang dua kerikil hitam yang ia masukkan, atau mengorbankan diri demi sang ayah.

Setelah berpikir cukup lama, sang putri menghampiri tas tangan kecil itu dan mengambil satu kerikil. Namun sebelum ia sempat membuka telapak tangannya, ia pura-pura jatuh dan menjatuhkan kerikil itu sehingga bercampur dengan kerikil lain di jalanan. “Ah, maaf, saya memang ceroboh!” ujarnya.

“Bagaimana kita tahu kerikil mana yang kamu ambil?” tanya si bapak pada putrinya.

“Kalau mencari satu-satu kan sulit, Pa. Liat saja sisa kerikil yang ada di tas itu. Pastinya kerikil yang saya ambil memiliki warna berbeda dengan warna kerikil yang di tas.” Dengan kesal, si rentenir menunjukkan sisa kerikil yang ada di tasnya, kerikil berwarna hitam.

Dari kisah di atas kita belajar untuk mencoba keluar dari pola pikir yang biasa. Dalam hidup, seringkali kita dihadapi dengan situasi-situasi sulit yang menurut kita seperti jalan buntu. Padahal, hal itu belum tentu. Yang perlu kita lakukan di saat-saat seperti itu adalah mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lain. Dengan cara itu kita mungkin dapat menemukan jalan keluar yang lebih baik dari yang awalnya kita pikirkan.

ilustrasi foto: mirror.co.uk

(ldy/rut)

Related Posts