Kenapa Harus Iri?

Gemintang.com – Titi dan Jeni adalah sahabat karib. Keduanya sudah bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Persahabatan mereka berlanjut hingga Titi dan Jeni membina rumah tangga masing-masing. Bahkan semenjak keduanya membangun biduk rumah tangga, tempat tinggal mereka saling berdekatan. Maka tak heran apabila hubungan persahabatan Titi dan Jeni telah diketahui banyak orang dan tak sedikit juga yang memujinya.

Sejak Titi dan Jeni masih kecil, orangtua mereka kenal baik satu sama lain dan hal itu terjadi pula diantara suami dan anak-anak mereka. Di tengah harmonisasi yang Titi dan Jeni rasakan, persahabatan mereka tiba-tiba diguncang prahara. Suatu hari, kota tempat tinggal Titi dan Jeni dilanda musibah banjir. Untungnya komplek perumahan mereka aman dari bahaya tersebut.

Melihat betapa malangnya korban-korban banjir yang ada, Jeni dan keluarga memutuskan untuk memberikan bantuan kepada mereka dengan jumlahnya yang tidak sedikit. Rupanya kabar ini tersiar ke seluruh warga komplek. Sejak saat itu sikap dermawan Jeni dan keluarganya pun selalu dieluk-elukan oleh banyak orang.

Melalui kejadian tersebut, kini orang-orang mulai membicarakan perbedaan Titi dengan Jeni. Maklum, keduanya memang sering terlihat bersama meskipun telah berumah tangga. Tapi lama-lama Titi merasa gerah karena orang-orang yang mendekatinya selalu mengeluk-elukan Jeni.

Karena rasa sebal yang memuncak, timbulah keinginan di hati Titi untuk bisa diperlakukan sebagaimana Jeni diperlakukan oleh banyak orang. Perasaan iri itu muncul semakin lama semakin besar. Hingga pada suatu hari, Titi benar-benar merasa muak dengan Jeni karena orang-orang semakin memuji kedermawanan sahabatnya itu dan seolah dirinya dipandang sebelah mata dan tak diakui keberadaannya.

Titi merancangkan niat jahat kepada Jeni dan keluarganya dengan cara menyabotase rumah Jeni untuk dibakar. Dengan begitu, habislah harta benda milik sahabatnya tersebut. Setahun berlalu, peristiwa kebakaran rumah Jeni naik lagi ke permukaan. Pihak kepolisian menemukan fakta bahwa kasus kebakaran rumah Jeni adalah peristiwa yang disengaja dan pelakunya adalah Titi!

Mengetahui fakta tersebut, sontak Jeni kaget. Ia merasa bingung, heran, sekaligus marah pada Titi. Persahabatan mereka mulai hambar bahkan perlahan rusak. Jeni tidak bisa menerima perlakuan sahabatnya tersebut.

Di mana ada iri hati di situ ada perpecahan. Sikap iri yang negatif hanya membawa kita pada kemalangan, kerugian dan hal tidak baik lainnya. Rasa iri mampu membuat akal sehat seseorang menyimpang. Padahal, rasa iri dapat diredam dengan cara mensyukuri segala sesuatu yang ada dalam diri kita.

Saat rasa iri hadir dalam benak dan otakmu, segeralah ingat dan bersyukur betapa beruntungnya kamu hidup di dunia ini. Melalui kisah di atas kita juga dapat belajar bahwa rasa iri hanya akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Jadi, kenapa harus iri?

foto: psychicsuniverse.com

(ysf/rut)

Related Posts