Perubahan Kecil yang Berdampak Besar

Gemintang.com – Bagi masyarakat di zaman sekarang, rokok bukan hal yang asing lagi untuk kita lihat. Data dari Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) mencatat, 61,4 juta penduduk Indonesia adalah perokok aktif dan 40 persen diantaranya adalah wanita! Dari 40 persen itu, saya mengakui bahwa saya juga termasuk ke dalam data yang ditulis ole P2PL.

Saya merupakan wanita yang gemar sekali merokok. Setiap kali rasa suntuk dan bosan menyerang, saya melarikan diri kepada puntung-puntung rokok. Bukan hanya itu, saya juga gemar menghabiskan waktu luang saya dengan minum-minuman alkohol.

Tak jarang saya juga sering bergabung dengan teman-teman menghabiskan waktu semalam suntuk di dalam bar. Gaya hidup saya kala itu memang buruk. Dari segi kesehatan, keuangan, hingga spiritual bisa dikatakan buruk. Hingga pada suatu hari, saya diajak oleh seorang teman kuliah saya dulu untuk menjenguk saudaranya yang dirawat di rumah sakit.

Orang yang akan saya jenguk itu menderita serangan jantung. Awalnya saya agak malas menemani teman saya ini, tapi karena dia sedikit memaksa akhirnya saya menyetujui juga. Sesampainya di rumah sakit, kami langsung pergi ke kamar rawat inap yang ada di lantai tiga sebuah gedung rumah sakit pemerintah.

Dan kabar mengejutkan datang ketika kami berdua baru saja tiba di tempat tersebut. Serangan jantung telah merenggut nyawanya dan membuat teman saya amat sedih. Terlihat jelas gurat kesedihan di raut wajahnya. Dia berkata bahwa saudaranya itu adalah orang yang paling dekat dengannya dan sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri. Lantas saya pun menanyakan penyebab saudaranya bisa terkena serangan jantung itu.

Setelah dijelaskan saya baru tahu bahwa penyebab dia terkenan serangan jantung adalah akibat kegemarannya mengkonsumsi rokok. Ia merupakan perokok aktif dan suka sekali minum kopi tanpa diimbangi minum air putih yang cukup.

Jujur, wajah sedih teman saya itu tidak pernah saya lihat sekalipun kecuali pada hari itu. Teman saya tersebut dikenal sebagai pria yang ceria dan tidak pernah menunjukkan kesedihannya ataupun menceritakannya kepada orang lain. Jadi saya benar-benar kaget dan ikut sedih melihat saudaranya meninggal.

Ketika saya pulang kerumah, saya merenungi kejadian di rumah sakit tadi. Saya merenungi kembali kebiasaan buruk saya yang gemar merokok dan minum-minuman keras lalu membayangkan bagaimana wajah orang-orang yang mencintai saya jika mereka tahu bahwa saya telah tiada. Saya  pun membayangkan isak tangis dan wajah muram mereka dan saya pun menyadari  bahwa semua hal tersebut membuat saya risau.

Esoknya, saya memutuskan untuk mencoba berhenti merokok. Ya, setahun yang lalu saya juga pernah mencoba hal ini karena melihat teman saya yang menderita impotensi karena merokok. Namun saat itu saya belum bisa. Saya pun memutuskan untuk datang ke seorang terapis untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Sang terapis menganjurkan saya untuk memulai langkah awal yaitu mengurangi intensitas merokok yang semula sehari empat kali menjadi sekali dalam sehari. Sang terapis juga meminta saya untuk tidak lagi mengkonsumsi minum-minuman keras. Untuk persyaratan kedua saya merasa bahwa saya mampu melakukan hal tersebut, tapi untuk pertimbangan sehari sekali merokok, saya sangsi.

Namun terapis itu tetap meminta saya untuk menuruti hal tersebut. Meskipun awalnya sangat sulit, tapi sekarang saya sudah benar-benar bisa lepas dari rokok dan saya menyadari ada banyak keuntungan yang saya dapat karena tidak merokok. Uang operasional harian yang biasa saya anggarkan bisa lebih hemat karena tidak terpakai untuk membeli sebungkus rokok. Saya tidak lagi menahan rasa sakit dalam dada ketika terbatuk, orang-orang disekitar saya tidak perlu lagi menjauh ketika berada di dekat saya ketika saya merokok dan masih banyak keuntungan lainnya.

Well, kunjungan ke rumah sakit saat itu memang sebentar dan mungkin terlihat bukan hal yang istimewa, terlebih saya juga tidak mengenal saudara teman saya tersebut. Namun dari peristiwa itu saya disadarkan untuk bisa menjaga dan merawat tubuh saya jika orang-orang yang saya sayangi dan mencintai saya tidak ingin bersedih ketika melihat saya telah tiada. Perubahan kecil yang berdampak besar untuk kehidupan saya.

foto: katedaiglecounseling.com

(ysf/rut)

Related Posts