Robbie Wilde, Si DJ Tuli

Gemintang.com – Apa yang akan kamu lakukan bila ternyata kamu menghadapi kendala untuk melakukan sesuatu yang kamu inginkan? Bagaimana bila kekuranganmu secara fisik dianggap menjadi halangan bagi kamu untuk meraih mimpimu? Banyak orang cenderung merendahkan mereka yang memiliki kekurangan fisik. Padahal, orang dengan kekurangan fisik pun memiliki talenta dan kelebihannya masing-masing. Inilah yang dialami Robbie Wilde, seorang DJ yang tuli.

Awalnya, pendengaran Robbie baik-baik saja. Namun sejak ia berumur 5 tahun, ia sering menderita gangguan pendengaran secara  berkala. Keadaan keuangan keluarga Robbie yang tidak terlalu baik membuat ia tidak mampu untuk berobat. Kenyataan pahit itu pun akhirnya harus Robbie terima dimana ia harus bertumbuh dengan pendengaran yang terus menerus berkurang.

Sejak kecil, hidup Robbie sudah diwarnai dengan musik. Karena profesi ayahnya sebagai DJ, membuat rumah Robbie sering dipenuhi dengan beragam jenis musik dari Metallica, Bob Marley, samapai Michael Jackson. Kecintaan Robbie pada musik terus bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Ia pun mulai mengikuti jejak ayahnya ingin menjadi seorang DJ.

Di usianya yang ke-25, Robbie meminta bantuan DJ Shiftee, DJ terkenal dari Amerika, untuk mengajarinya menjadi seorang DJ walaupun ia tuli. Selama dua tahun Robbie berlatih berjam-jam tiap harinya demi mengasah teknik ber-DJnya. Perjuangan Robbie tidaklah sia-sia. Ia berhasil diterima bekerja sebagai seorang DJ di sebuah klub.

Memang pada awalnya, Robbie tidak berani bicara terus-terang mengenai ketuliannya. Saat ini pendengaran di telinga kanan sudah hilang total dan hanya ada 20% di telinga kiri. Namun, kehebatan Robbie men-DJ sudah diakui sang manajer klub dan para pelanggan. Akhirnya rahasianya terkuak ketika ia menerima gaji. Tentu saja sang manajer sempat tidak percaya sampai-sampai Robbie harus menunjukkan surat dokter.

Karier Robbie di dunia per-DJ-an terus meningkat. Ketuliannya bukannya menjadi hambatan, malah menjadi sorotan. Kesuksesan Robbie mengingatkan kita untuk tidak memandang rendah orang yang memiliki kekurangan fisik. Bahkan, kita sebaiknya membantu mereka menemukan kelebihan mereka dan memotivasi mereka untuk terus maju.

foto: cnn.com

sumber: http://edition.cnn.com/2013/08/28/health/human-factor-robbie-wilde/

(ldy/rut)

Related Posts