Sulaman di Gaun Pengantin

Photo by mywedding.com

Gemintang.com – Alkisah di kala Perang Dunia II, di sebuah negeri di bawah pengawasan Hitler. Hiduplah seorang gadis belia bernama Helga. Perawan manis ini baru saja dipinang sang kekasih, Oskar, dan keluarga mereka sedang mempersiapkan pernikahannya. Sesuai tradisi keluarga Helga, setiap pengantin wanita harus menyulamkan namanya dan nama suaminya di gaun pengantin keluarga yang diwariskan turun-menurun.

Dengan jarum di tangan kiri dan benang sulam di tangan kanan, Helga pun mulai menyulam namanya di gaun pengantinnya dengan senyum menghiasi wajahnya. Ini adalah mimpinya sedari kecil. Namun sebelum ia menyelesaikan sulaman nama Oskar, ia mendapatkan kabar bahwa Oskar ditangkap Gestapo (polisi rahasia Jerman).

Oskar memang menentang kekuasaan dan gaya Hitler pada waktu itu. Helga pun menangis dan terduduk lesu. Selama berminggu-minggu, tidak ada kabar mengenai Oskar. Yang terdengar adalah korban-korban yang terus berjatuhan di camp kematian Hitler. Helga pun mulai putus asa dan mengurung diri di kamar.

Malam itu, bom-bom berjatuhan di kota Helga. Ia dan keluarganya berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Keesokan harinya, dengan wajah putus asa mereka kembali ke rumah mereka yang telah menjadi reruntuhan. Ketika mengais diantara puing-puing, Helga menemukan peti gaun pengantinnya. Ketika melihat gaun pengantinnya, Helga pun menangis karena mengingat Oskar yang entah dimana keberadaannya.

Namun, segurat senyum mulai melintas di wajahnya tatkala ia melihat sulaman namanya dan Oskar di gaun pengantinnya. Entah siapa yang menyelesaikan sulaman itu, namun nama Oskar di gaun pengantin itu memberi Helga satu pengharapan baru, bahwa mungkin Oskar selamat.

Hari kemerdekaan pun tiba. Seluruh warga merayakannya, Helga dan keluargnya pun turut merayakan di rumah mereka yang sudah kembali dibangun. Pintu rumah Helga pun diketuk. Seorang pria dengan tubuh lusuh tinggal tulang, berdiri di depan pintu sambil tersenyum.

Tak seorang pun yang mengenali pria ini, kecuali Helga. Senyum itu adalah senyum Oskar. Dengan isak bahagia Helga pun memeluk calon suaminya yang hilang itu. Sulaman di gaun pengantin itu menjadi bukti cinta Helga dan Oskar yang terus menerus diceritakan dari generasi ke generasi. Ya, cinta sejati memang tak akan pernah lekang oleh waktu dan tak pernah runtuh walau diterjang angin badai.

(lyd/rut)

Related Posts