Angklung Masuk Sekolah-Sekolah Amerika

Photo by jabarnewsphoto.com

Gemintang.com – Angklung, alat musik dari bambu ini, sudah menarik perhatian sekolah-sekolah swasta di Amerika. Usaha AGTS (Angklung Goes To School) yang tak kenal lelah menggedor pintu sekolah-sekolah di Amerika pun terbayarkan.  Tentunya, ini tak lepas dari dobrakan yang dibuat Pak Daeng Udjo, master angklung Indonesia, dalam acara Guinness Book of Records tahun lalu. Akhirnya, AGTS mampu masuk dalam Katalog Budaya dan Seni Pertunjukkan Montgomery County Public School di Maryland.

Usaha ini dimulai pada Juli 2012 lalu, ketika Kedutaan RI di Washington DC bekerja sama dengan Saung Angklung Udjo Bandung untuk mempromosikan angklung ke masayarakat Indonesia dan Amerika Serikat. Pada waktu itu, Pak Daeng Udjo berhasil memimpin 5.182 orang dari berbagai kebudayaan untuk memainkan lagu “We Are The World” di monumen nasional Washington DC. Inilah momen dimana masyarakat Amerika mulai tertarik dengan angklung.

Angklung yang termasuk dalam Karya Agung Warisan budaya Kemanusiaan yang Tak Ternilai dari UNESCO, telah diakui sebagai warisan dunia asli Indonesia tahun 2010 lalu. Usaha AGTS untuk mempromosikan angklung ini didukung juga oleh House of Angklung dan Grace Heritage, NGO. Angklung dianggap sebagai alat musik ajaib yang dapat menyatukan manusia dari berbagai kebudayaan dalam satu harmoni. Selain itu, dengan masuknya angklung ke sekolah-sekolah, nama dan budaya Indonesia pun dapat sekaligus diusung dan dipromosikan.

Selain di sekolah swasta Montgomery, angklung pun mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah di Washington DC dan Virginia. Ini terselenggara karena kerja sama antara KBRI dan Program Wash Performing Arts Society (WPAS). Tidak hanya itu, permintaan pertunjukkan dari House of Angklung untuk berbagai acara pun makin meningkat.  Yang paling membanggakan, angklung juga diperkenalkan kepada anak-anak down-syndrome. Angklung ternyata juga dapat menjadi terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Semoga budaya Indonesia yang membanggakan ini bisa dapat terus dikembangkan dan dipromosikan ke semua kalangan masyarakat baik di Indonesia maupun manca negara.

(lyd/rut)

Related Posts