Seni Bela Diri Asli Indonesia

Gemintang.com – Indonesia yang memang kaya dengan warisan seni dan budaya, juga memiliki berbagai bentuk seni beladiri. Seni bela diri Indonesia banyaknya merupakan seni bela diri dalam pertarungan jarak dekat tanpa menggunakan senjata.

Meskipun terkesan sederhana, namun 3 seni bela diri asli Indonesia sudah diakui oleh dunia loh. Sebagai orang yang bangga dengan kekayaan bangsanya, tidak ada salahnya kita mencari tahu kekayaan seni bela diri di negeri kita tercinta ini.

Pencak Silat

foto: sport.bisnis.com

foto: sport.bisnis.com

Pencak silat merupakan ilmu bela diri asli Indonesia yang sudah diakui dunia. Pada awalnya silat merupakan gabungan dari seni bela diri dan seni tari rakyat yang dulu diajarkan untuk bela negara melawan penjajah. Namun dalam perkembangannya, pencak silat yang dulu diperkenalkan para ulama mulai berkembang menjadi ratusan aliran dan perguruan.

Saat ini pencak silat bahkan sudah menjadi salah satu cabang olahraga dalam SEA GAMES. Tidak hanya itu, sampai saat ini sudah ada 33 organisasi silat yang berkembang di seluruh dunia.

Tarung Drajat

foto: antaranews.com

foto: antaranews.com

Seni bela diri tarung drajat pertama kali diperkenalkan oleh Achmad Drajat berdasarkan pengalamannya di jalanan. Tarung drajat mengusung bela diri dengan tipe full body contact sudah digunakan menjadi latihan dasar bela diri oleh TNI angkatan darat. Fokus metodenya adalah agresivitas dalam pukulan dan tendangan.

Pengakuan Tarung Drajat terlihata ketika Tarung Drajat menjadi salah satu cabang olahraga yang ditandingkan di SEA GAMES 2013. Semboyan tarung drajat yang selalu digaungkan adalah, “Aku Ramah Bukan Berarti Takut, Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk”.

Silek Minangkabau

foto: blogspot.com

foto: blogspot.com

Masyarakat Minangkabau juga punya seni bela dirinya sendiri. Silek Minangkabau atau yang berarti juga Silat Minangkabau merupakan seni beladiri dari Sumatera Barat. Seni bela diri ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Karena sejak dulu orang Minangkabau suka merantau, maka mereka banyak mempelajari ilmu bela diri ini sebagai bekal perlindungan dan sebagai alat pertahanan ketika ancaman dari luar menyerang mereka tiba-tiba.

foto: lensaindonesia.com

(ldy/rut)

Related Posts