Pianis Muda Berbakat Kebanggaan Indonesia

Photo by jayasuprana-performingarts.org

Gemintang.com – Tiap anak yang lahir dan hidup di dunia ini tentu memiliki bakatnya masing-masing. Ada yang menunjukkan bakatnya dalam dunia akting, tari, pendidikan, literatur, atau bahkan dunia musik. Bahkan anak-anak berbakat yang berhasil membuat kita terdecak kagum tidak sedikit yang masih berusia belia. Nah, kali ini Gemintang akan membahas anak-anak belia yang berbakat dalam bidang musik dan jago dalam bermain alat musik piano. Siapa saja, sih? Ini dia ulasannya…

1. Joey Alexander Sila

Meskipun baru menginjak usia sembilan tahun, namun hal tersebut bukan menjadi penghalang bagi Joey untuk berkarya dengan instrumen piano. Dalam kompetisi internasional yang dilaksanakan di Odessa, Ukraina pada 5-8 Juni 2013 silam, Joey berhasil memenangkan kompetisi yang dinamakan “Grand Prix 1st International Festival – Contest of Jazz Improvisation Skill”.

Dalam kompetisi tersebut, Joey adalah pianis termuda dari 43 peserta dari 15 negara yang ikut berpartisipasi. Kompetisi yang diselenggarakan selama tiga hari ini mengharuskan para pesertanya menunjukkan kemampuan mereka dalam memainkan berbagai macam aliran jazz mulai dari jazz rock, funk, soul sampai fusion.

2. Evelyn Zainal Abidin

Remaja berusia empat belas tahun ini semakin serius menunjukkan kebolehannya dalam memainkan tiap nada dari alat musik kesukaannya, piano, di kancah internasional. Setelah sebelumnya pernah meraih tiga rekor MURI, kali ini Evelyn berhasil menjadi juara dalam kompetisi “EUROSIA Youth Music Festival & Competition 2013”.

Kompetisinya sendiri digelar di Malaysia pada 29 April – 5 Mei 2013 silam. Evelyn berhasil mengalahkan 26 peserta lainnya dari berbagai dunia khususnya Eropa dan Asia. Penghargaan lain yang pernah diraihnya adalah juara satu dalam kompetisi “Asia Piano Competition 2012” di Kuala Lumpur dan juara satu berturut-turut dalam kompetisi “American Protege” pada tahun 2011 dan 2012.

3. Jesslyn Julia Gunawan

Satu lagi pianis muda yang bisa membuat kita terkagum-kagum. Remaja berusia lima belas tahun ini, sejak usianya menginjak delapan tahun sudah banyak memenangkan bermacam kompetisi dunia yang pernah diselenggarakan di tahun 2004 untuk “Chopin International Piano Competition”, tahun 2008 untuk “Platinum Award for Pianoforte”, tahun 2010 untuk “Tureck-Bach International Piano Competition”, dan beberapa penghargaan MURI.

Prestasi terbaru yang berhasil diperolehnya adalah sebuah rekor dunia sebagai pianis pertama dunia yang memainkan “Goldberg Variations” karya Johann Sebastian Bach di Sydney Opera House pada 24 Mei 2012. Selain piawai dalam memainkan piano, Jesslyn juga hebat dalam memainkan alat musik violin dan terbukti dengan penghargaan yang didapatnya, Gold Award.

4. Ade Wonder Irawan

Memiliki kekurangan bukan menjadi penghalang bagi remaja berusia enam belas tahun ini untuk memainkan alat musik kesukaannya, piano khususnya Jazz. Sejak usia dua setengah tahun, Ade memang sudah berkenalan dengan musik Jazz. Ketika itu hanya dengan waktu setengah sampai satu jam dalam sehari, Ade bisa memainkan semua lagu yang ada dalam satu album jazz yang diperdengarkan.

Kemampuan Ade dalam memainkan piano sendiri makin terasah ketika dia belajar secara otodidak di Chicago dari tahun 2003-2007. Saat itu pula, Ade mempertontonkan kemampuannya di berbagai pertunjukan jazz dan dia juga pernah dipercayai sebagai pianis tetap di acara musik Farnsworth School dan Jazz Links Jam Session. Meskipun sekarang sudah kembali ke Indonesia, tapi Ade masih memperlihatkan kecintaannya dalam bermain piano dengan tampil dalam acara yang dihelat di Gedung Kesenian Jakarta, Concert Lecture Chopin dalam jazz.

5. Jesslyn Cheryl Handoko

Pianis asal Surabaya dengan usianya yang masih belia yaitu lima tahun berhasil membawa pulang piala dari kompetisi yang diikutinya dalam “The American Protégé International Music Talent Competition”. Kompetisi yang diselenggarakan di New York tahun 2012 silam ini menempatkan Jesslyn sebagai “First Place Winner” yang membuatnya bisa tampil di Weill Recital Hall yang ada di kota New York pada 8 April setahun lalu. Pada kompetisi tersebut, Jesslyn harus berlomba dengan ribuan anak dengan jenjang usia yang berbeda dari berbagai belahan dunia.

(lyd/rut)

Related Posts