5 Hal Yang Ditakuti Soal Pernikahan

articles.lovingyou.com

Gemintang.com – Setiap orang yang menikah, pasti mendambakan kehidupan pernikahan yang bahagia. Tapi ternyata, tidak semua pasangan mendapatkan seperti apa yang mereka harapkan. Beberapa diantaranya justru ‘menyesal’ dan akhirnya berakhir pada sebuah perceraian. Pernikahan atau mengikat janji hidup bersama sehidup semati, terlaksana bukan tanpa persiapan dan pemikiran yang matang namun juga pertimbangan baik dan buruk kedepannya. Jika anda menyesal, artinya anda belum benar-benar siap dengan kehidupan baru setelah menikah.

Lantas, bagaimana caranya agar anda merasa siap dan mantap untuk bisa menghadapi pernikahan ? Jawabannya, anda harus bisa menghindari 5 hal yang ditakuti soal pernikahan.

Tanggungan baru

Sebagai kepala keluarga, sudah menjadi kewajiban anda untuk bisa menghidupi istri dan anak-anak yang ada di dalamnya tanpa kecuali. Dan sebagai istri, sudah menjadi kewajiban anda untuk bisa melayani suami dan memperhatikan anak-anak secara baik tanpa kecuali. Jika anda berpikir ini akan menambah beban tanggungan anda, kenapa tidak menganggap ini sebagai pengalaman baru ataupun kesenangan baru. Jadi anda akan lebih santai menjalaninya.

Harus lebih mandiri

Kemandirian seharusnya sudah ada jauh sebelum anda menikah. Kalaupun sampai dengan saat ini anda masih manja dan atau belum bisa mandiri, lambat laun anda pasti bisa. Dan itu akan berjalan dengan sendirinya tanpa anda sadari.

Sosok yang berbeda

Manusia hidup, tumbuh dan berkembang, memiliki fase kehidupan yang berbeda setiap harinya. Dulu anda balita lalu remaja, dewasa, dan kini menjadi sosok seorang ibu. Tapi inilah hidup, anda memang harus menjalani dengan sebaik-baiknya. Ada banyak orang yang akan mendukung anda, dan merekalah yang akan selalu menguatkan anda. Jadi, anda pasti bisa.

Privasi terganggu

Keterbukaan memang perlu, terlebih bagi mereka yang telah menikah. Tapi bukankah itu baik? Anda bisa memutuskan sesuatu berdasarkan pemikiran yang sama dan juga memecahkan masalah dengan solusi yang sudah diputuskan bersama. Walau begitu, tetap ada waktu dimana anda dan pasangan anda bisa menikmati privasi masing-masing.

Aturan baru

Sebelumnya anda bebas melakukan apapun sesuai dengan apa yang anda inginkan. Tapi sekarang, ini dilarang, itu pun dilarang. Eits, larangan seperti apa dulu. Ibaratnya ada 5 sekolah, 5 kampus, dan 5 tempat kerja. Artinya ada 15 peraturan yang bisa menjadi kebijakan di setiap wilayah. Begitu halnya kehidupan setelah pernikahan, tentu akan berbeda dengan kehidupan saat anda masih single. Tapi, peraturan yang dibuat bukan tanpa diskusi kan? Jadi, anda ataupun pasangan anda bisa kok memutuskan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh sesuai dengan kesepakatan bersama.

Hal yang dirasa sulit untuk dilakukan, sebenarnya bisa saja dilakukan jika anda mampu melawan ketakutan yang ada dalam diri anda sendiri. Jika anda menganggapnya sulit, maka itu akan menjadi sulit. Namun jika anda menganggapnya mudah, maka itu akan benar-benar terasa mudah. Ada nih, pasangan yang kayanya egois banget, apa-apa harus dia yang menentukan sedangkan kita hanya bisa terima beres. Nah, untuk tipe pasangan seperti ini, sebaiknya cari orang yang ia segani untuk bisa menasehati. Karena sebaik-baiknya pasangan, akan lebih baik jika melakukan segala hal secara bersama-sama. Jadi, apapun itu pasti ada solusinya.

(Mira)

 

Related Posts