Cinta Berawal dari Kejujuran

Photo by lovespells.me

Gemintang.com – Ini adalah sebuah kisah milik seorang wanita berumur 22 tahun bernama Nurmala. Dia adalah wanita yang hanya akan mencintai pria karena kelebihannya. Saat remaja, Nur selalu dibuat cemburu oleh temannya yang apabila memiliki pacar, selalu saja pacarnya bisa memberikan apapun yang diinginkan oleh temannya. Sedangkan Nur, saat itu juga dia tak segan memutuskan pacarnya yang hanya bisa berkata, “Sayang, maaf ya, aku belum bisa beliin kamu kado.” Dan hal ini bukan hanya terjadi sekali dalam hidupnya.

Hingga Nurmala menginjak dewasa, orang tuanya bertanya, “Nur, kamu sudah punya pacar belum? Cowok yang kemarin itu, mana? Kok nggak pernah kesini lagi?”

“Nur sudah putus, Bu, kemarin.” jawabnya

“Loh, cowok sebaik dia kok diputusin, apa nggak nyesal kamu?” tanya ibunya lagi

“Lebih nyesal lagi kalau Nur selamanya sama dia, Bu. Dia itu ternyata nggak punya apa-apa yang bisa Nur banggain. Yang ada Nur malu setiap kali ajak dia ketemu sama temen-temen Nur. Gayanya kampungan, Bu.”

Begitu percakapannya hampir disetiap kali Nur putus dengan pria yang tidak berkelebihan. Hingga suatu hari, Nur benar menyukai seseorang yang tidak sengaja ia temui di sebuah halte Busway. Perkenalan mencair setelah Nur berpura-pura menanyakan jam dan arah menuju kantornya. Gaya metropolitan, parfum wangi segar dan sepatu hitam mengkilat, mungkin tipe inilah yang dipandang Nur memiliki banyak kelebihan.

Hari demi hari, minggu demi minggu hingga bulan demi bulan, Nur dan pria yang kerap disapa Agas itu rupanya kini tak hanya sekedar berteman. Sudah sejak 4 bulan yang lalu mereka resmi berpacaran. Namun apa yang membuat Nur begitu tak bisa lepas darinya? 4 bulan adalah waktu terlama semasa Nur pernah berpacaran dengan pria. Bukankah itu aneh? Siapapun pria yang pernah menjadi kekasihnya memang selalu dinilai lebih, namun hanya pada saat pertemuan pertama. Setelahnya, justru banyak hal yang dinilai kurang dan tidak disukai Nur, hingga membuatnya ilfil dan sampai akhirnya putus cinta berulang kali. Dan rupanya, inilah yang dikatakan Agas saat ia hendak menyatakan cintanya pada Nur.

Kalau orang menyatakan cinta dengan bilang ‘I Love You, maukah kamu jadi kekasihku?’ mungkin aku juga bisa berkata seperti demikian. Tapi sebelum itu, aku mau kasih tau ke kamu kalau aku nggak seperti yang kamu lihat saat pertama kali. Nur, terima kasih karena sudah menganggapku sempurna. Tapi jujur, ada kekurangan yang aku miliki dan sebelum kamu terima aku, apa kamu bisa terima kekurangan itu? Sebelum orang lain tahu, kamu harus lebih dulu tahu agar kamu bisa bantu aku menutupinya. Kamu harus bantu aku supaya kamu nggak malu, dan kita tetap percaya diri sebagai pasangan yang sempurna. Dan setelah kamu bersedia, aku akan lakuin apapun yang terbaik untuk hubungan kita.”

Faktanya, saat orang jatuh cinta mereka akan lebih dulu menonjolkan kelebihannya, memperlihatkan bahwa dia sempurna dan layak menjadi pilihan. Soal kekurangan, mereka berkata bahwa dengan berlalu waktu, pasangan pasti akan menerima dia apa adanya. Namun sobat, sesuatu yang berawal dari kebohongan bukankah akan melahirkan kebohongan-kebohongan baru? Awali cinta dengan kejujuran, maka selamanya cinta tidak akan membohongimu.

(mir/rut)

Related Posts