Jangan Keliru Menafsirkan Valentine’s Day

Foto by peacockinn.com

Gemintang.com – Hari kasih sayang, konon itulah makna dari Valentine’s Day. Banyak orang memperingati tanggal 14 Februari sebagai tanggal perayaan hari kasih sayang yang sangat ditunggu-tunggu, tak terkecuali mungkin oleh Anda. Bertukar kado, memberikan hadiah dan berucap “Selamat hari kasih sayang”, sungguh merupakan momen yang sangat membahagiakan saat Anda tahu bahwa begitu banyak cinta mengelilingi Anda. 

Seperti dilansir forum.kompas.com, keberadaan hari Valentine tidak muncul begitu saja. Diantaranya terdapat beberapa versi yang menceritakan asal muasal peringatan ini.

  1. Kepercayaan kuno di Eropa menyebutkan bahwa cinta burung jantan dan betina mulai bersemi pada tanggal 14 Februari. Hal inilah yang lalu menganjurkan masyarakat Eropa yakni pemuda dan pemudinya untuk memilih pasangan di hari yang sama seperti berseminya burung jantan dan betina. Valentine sendiri diambil dari bahasa Perancis Normandia yaitu Gelantine yang berarti cinta.
  2. Pendeta bernama Saint Valentine yang menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah Tuhan orang Romawi, saat itu ditangkap oleh Kaisar Claudius II dan lalu dimasukkan kedalam penjara, sampai akhirnya dihukum gantung. Orang-orang yang bersimpati lalu menulis surat tentang kecintaan mereka kepada sang pendeta.
  3. Di masa Romawi kuno, ada perayaan khusus yang dipersembahkan untuk mengenang dan mengagumkan dewi cinta (Queen Of Feverish Love), yaitu perayaan Lupercalia. Dalam pesta tersebut, para pemuda mengambil acak nama gadis yang terdapat dalam sebuah kotak. Nama gadis yang tertera kemudian menjadi pendampingnya selama setahun untuk bersenang-senang.

Seiring berjalannya waktu, perayaan Lupercalia pun berubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day, yaitu hari untuk menghormati Saint Valentine yang digantung mati oleh Kaisar Claudius II. Singkatnya, perayaan kasih sayang ini dipersembahkan untuk mengagungkan Saint Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, kepasrahan, dan keberanian dalam memperjuangkan cinta.

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah harus merayakan Valentine’s Day tepat di tanggal 14 Februari?

Kado seperti halnya bunga, cokelat, boneka, kartu ucapan, ciuman dan pelukan, memang bisa jadi sebagai simbol ungkapan cinta. Tapi Valentine’s Day sesungguhnya justru akan mempersempit kasih sayang Anda. Menciptakan momen spesial bersama kekasih bisa sangat terasa bila harinya pun dirasa spesial seperti Valentine. Tapi hal ini bukan berarti bahwa Anda memberikan kasih sayang hanya di tanggal 14 Februari saja. Kasih sayang sebenarnya haruslah mampu diaktualisasikan dan dicurahkan setiap saat dan disetiap tempat. Bahkan kasih sayang yang kita miliki sangatlah dianjurkan untuk ditebarkan kepada seluruh umat manusia.

Berbicara fakta, tidak sedikit pasangan yang melebih-lebihkan perayaan ini. Bagi mereka yang meyakini, biasanya akan terluka hati saat kado yang diharapkan rupanya tak kunjung datang. Dan lalu sebagai kekasih, mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan apa harus selalu dengan kado? Tentu tidak. Memberikan perhatian setiap saat, setiap waktu dan setiap pasangan Anda membutuhkan, itulah kado yang bahkan lebih dari sekedar perayaan spesial. Menunjukkan rasa cinta tak selalu harus dengan apa yang bisa dilihat, tetapi lebihkanlah kepada apa yang bisa dirasakan. Tak ada kado, bukan berarti Anda tidak memiliki cinta. Faktanya, ketulusan hatilah yang menjadi buktinya.

(mir/rut)

Related Posts