Kenapa Golput?

Photo by beritajogja.co.id

Gemintang.com – Golput atau singkatan dari golongan putih jumlahnya semakin meningkat saja. Golput adalah sekumpulan orang yang tidak menyumbangkan suara untuk mencoblos pada saat pemilihan umum. Padahal, sebagai rakyat Indonesia yang baik, sudah sewajarnya turut campur dalam menentukan pemimpin yang akan memimpin bangsa ini. Sayangnya banyak hal yang membuat rakyat ragu dengan criteria para pemimpin yang ada sehingga memilih untuk tidak memilih atau golput.

Menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI) jumlah golput terus meningkat tiap tahunnya. Tahun 2009 jumlah orang yang golput mencakup 10,21%, yang meningkat di tahun 2004 menjadi 23,34%. Terakhir di tahun 2009, jumlah golput mencapai 29,01%. Hal ini sangatlah menyedihkan, apalagi dalam pemilu 2014 jumlah golput diduga akan mencapai angka 40%. Dengan kata lain, hanya 60% rakyat Indonesia yang turut andil dalam penentuan pemimpin bangsa ini.

Apa yang membuat sejumlah masyarakat lebih memilih untuk golput? Alasan utamanya adalah rusaknya citra para politik dan pejabat di mata rakyat. Kebobrokan para pelaku politik terungkap dalam berbagai kasus korupsi yang diselidiki KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Masalahnya, gembar-gembor yang dilakukan media masa semakin memperburuk citra para pejabat pemerintah di mata masyarakat.

Faktor lain yang mendorong orang memilih golput adalah kurangnya sosialisasi, terutama di pelosok-pelosok negeri ini. Akibatnya banyak kantor-kantor yang tidak meliburkan karyawannya di hari pemilihan sehingga para karyawan tersebut terpaksa golput. Kurangnya sosialisasi juga membuat sebagian kalangan ragu untuk memilih karena merasa tidak cukup mengenal para calon dan takut menyesal bila salah pilih. Pada akhirnya, mereka pun golput.

Tentunya pemilu 2014 ini merupakan PR kita semua supaya tidak ada lagi orang yang memilih golput. Bagaimana pun hasil pemilu kali ini akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun ke depan. Sebagai rakyat Indonesia, sudah seyogyanya kita turut andil dalam membenahi bangsa ini. Salah satu cara yang paling mudah adalah ikut memilih dan mencoba tidak golput.

 

BACA JUGA:

Setujukah Anda Jika Jowo Nyapres?

Indonesia Mencari Figur Pemimpin Baru

Masalah Banjir: Rakyat dan Pemerintah Harus Saling Kerja Sama

(ldy/rut)

Related Posts