Saat Kencan Bukan Lagi Milik Berdua

Foto by tahitiexperience.com

Gemintang.com – Bulan madu rupanya tak hanya untuk anda, melainkan untuk seluruh anggota keluarga. Bagaimana tidak, ketika mereka tahu anda berencana menghabiskan waktu bulan madu di Eropa, semua pun lantas berteriak, “Ikut..!!” Wah, petaka atau bukan ya ? Jika keponakan saja sampai merengek, apa tega meninggalkan dia sendiri ? Dan pada akhirnya, momen bulan madu pun terpaksa bukan lagi milik berdua.

Begitupun halnya dengan kencan. Kencan yang indah memang sangat diinginkan. Membangun romansa dalam hangatnya kebersamaan memang impian setiap pasangan. Tapi sayang, seseorang menggangu setiap kali anda merencanakan kencan berdua dengan sang kekasih hati. Kesal dengan itu, anda pun terpaksa melewatkan beberapa momen romantis yang seharusnya bisa anda dapatkan. Tapi sebelum itu, jangan dulu berkecil hati, karena semua pasti ada jalan keluarnya. Seperti apa ?

Jangan simpan tiket sembarangan

Saat jadwal penerbangan sudah dikonfirmasi, mungkin akan lebih baik jika anda menyimpannya secara apik. Kalaupun ada yang harus diberitahu, sebaiknya jangan mengumbar terlalu banyak. Jika yang lain tahu, mereka bisa saja mengambil ancang-ancang agar bisa berangkat bersama dengan modus piknik gratis. Tidak percaya ?

Kurangi barang bawaan

Semakin lama anda tinggal, maka akan semakin banyak barang yang anda butuhkan. Jadi tidak salah jika keponakan bertanya, “Tante, mau kemana ? kok bawa tasnya banyak banget kaya waktu papa liburan ke Sydney ?” Jadi, kurangi barang bawaan sebelum menimbulkan kecurigaan. Tentunya agar anda juga bisa terhindar dari rengekan, “ikuuutt !!”

Memberi penawaran

Saat sudah tampil modis tapi masih saja diikuti sang mama, kenapa tidak untuk memberi sedikit penawaran bagus. Misalnya, “Mah, aku keluar gak akan sampe malem kok, janji deh setelah ini akan kasih mama nilai rapot yang bagus”. Atau, “Dek, kalau malem ini kamu ikut, besok pagi gak bisa ke taman bermain loh karena bangunnya telat. Jadi dede mending bobo aja, ya”. Selama penawaran anda bagus, dia pasti berpikir dua kali untuk mengikuti anda kemana-mana.

Pilih waktu yang sesuai

Lihat situasi dan kondisi sebelum anda memutuskan untuk pergi berkencan. Dan yang tidak kalah penting adalah waktu. Anda harus jeli dalam menentukan kapan waktu yang pas untuk pergi, dan kapan waktu yang pas untuk pulang. Misalnya, seseorang yang seringkali mengikuti anda adalah kakak. Nah, cari tahu kapan waktunya kakak keluar rumah, dan kapan dia akan kembali. Pastikan anda pulang disaat kakak belum lebih dulu sampai kerumah. Tetapi, walau demikian sebenarnya bukanlah hal yang benar, karena terlalu sering mengumpat, pada akhirnya pasti akan ketahuan juga. Jadi, gunakan cara ini hanya pada waktu-waktu tertentu.

Beri alasan yang baik

Tiada yang lebih indah selain daripada kejujuran. Jujur, selain menjauhkan anda dari perbuatan munafik, juga akan lebih menenangkan karena tidak ada yang harus ditutup-tutupi. Jika anda merasa keberatan dengan selalu diikuti dan akhirnya merasa terganggu, berilah alasan yang baik kepadanya sehingga ia paham, bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. Setiap orang jelas memiliki privasi dan waktu bagi dirinya sendiri. Jadi, bagaimanapun kamu menjelaskan, seharusnya cukup bisa dipahami.

(Mira)

Related Posts