Tanya Jawab Soal Cinta

Foto by thoughtcatalog.com

Gemintang.com – Cinta, sesuatu yang nyata yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Banyak persoalan tentang cinta yang terjadi di sekitar kita. Masalahnya klasik tapi pelik. Berikut ini beberapa pertanyaan tentang cinta serta solusi dan jalan keluar dari beberapa curahan hati para sobat Gemintang. Semoga terbantu!

1. Tanya: Perbedaan suku

Saya Siska (24) gadis yang tinggal di Bandung dan besar dalam kebudayaan Sunda. Saya mempunyai kekasih, sebut saja namanya AJ. Ia pria berumur 25 tahun asal medan, mapan dan sudah siap untuk berkeluarga. Ketika ia mengutarakan niat untuk melamar saya kepada kedua orangtua saya, beliau menolak. Kedua orangtua saya enggan jika saya menikah dengan laki-laki diluar suku kami. Tapi biarpun begitu, diam-diam kami berdua masih manjalin hubungan. Tapi, semakin kesini saya merasa bahwa kami tidak bisa selamanya seperti ini, apa yang harus saya lakukan?

Siska – Bandung.

Jawab: Siska, restu orangtua tua memang merupakan satu hal yang amat penting dalam hal ini, tapi jaman sekarang bukan lagi jamannya Siti Nurbaya. Jika keduanya memang benar-benar mencintai dan siap untuk menjalin bahtera rumah tangga, carilah orang terdekat yang dapat membantu menjembatani Siska dengan orangtua dalam membicarakan hal ini. Jika AJ benar-benar yakin dan siap melamar Siska, mulai dari sekarang persiapkan semua itu dan mulailah atur rencana untuk kembali memberitahu orangtua. Teruslah berusaha karena tak ada perjuangan yang berakhir sia-sia. Cari dukungan lain entah itu dari sanak saudara atau teman-teman Siska untuk meyakinkan orangtua.  Jangan pernah gentar untuk memperjuangkan cinta Siska, selama itu tidak menempuh jalan yang tidak dibenarkan oleh hati, nurani dan agama. Tidak ada salahnya memperjuangkan hak kebahagiaan. Tetap semangat!

2. Tanya: Tak bisa lupa dengan cinta pertama

Saya Nana (26), baru menikah dua bulan yang lalu. Setelah dua bulan saya dan pasangan lalui setelah pernikahan, saya baru menyadari bahwa saya tidak bisa melupakan cinta pertama saya sepenuhnya. Bahkan, jika saya ingat kembali, ketika kami berada di pelaminan bayang-bayang sang mantan pun masih lekat dipikiran saya. Saya memang tak mengharapkan ia kembali kepada saya, karena saya sendiri mempunya seorang pria yang sangat mencintai saya. Yang menjadi pertanyaannya, bisakah saya menghapus bayang-bayang lelaki itu dihidup saya? Hal ini sudah berlangsung sangat lama dan saya sadar, saya tidak boleh selamanya seperti ini.

Nana – Bogor.

Jawab: Nana yang baik, janganlah Nana berusaha melupakan, tapi jadikanlah itu kenangan. Jika Nana mencoba untuk terus melupakannya maka akan semakin keras Nana mengingatnya. Porsi kenangan hanya untuk dikenang, bukan dirisaukan apalagi dibuat galau. Tapi ingat, ketika Nana mengenang cinta pertama Nana, jangan biarkan kesedihan atau perasaan lain muncul. Nana sudah menikah dan mempunyia pria yang mencintai Nana, itu berarti Nana sudah membuka lembaran baru. Sesekali mengingatnya tidak jadi masalah, yang penting Nana harus tahu kalau Nana sudah mempunyai kebahagiaan baru. Kebahagiaan akan cinta pertama akan menjadi pelengkap di kehidupan kamu. Dan laki-laki yang sekarang menjadi suami Nana-lah yang akan memberikan cinta itu. Setelah membiasakan diri untuk tidak mengingatnya, dengan sendirinya Nana pasti akan mampu mengatasi masalah perasaan ini.

3. Tanya: Suami terlalu akrab dengan teman wanitanya

Karena akhir-akhir ini saya disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor, saya jadi sering pulang malam. Masalah yang ingin saya utarakan adalah karena intensitas saya yang seperti itu, saya sering mendapati suami saya sedang bertelfonan denga rekan kerjanya. Dia bilang hanya membicarakan pekerjaan, tapi  apa perlu membicarakan pekerjaan sampai berjam-jam? Melalui telepon pula. Kenapa tidak bertemu dalam kegiatan meeting saja? Saya takut ia selingkuh mengingat perkawinan kami yang sudah berjalan 10 tahun.

Nn – Jakarta

Jawab: Untuk nona Nn, curiga sih boleh saja. Tapi jangan berlebihan. Lebih baik kemukakan alasan dibalik ketakutan Anda itu dengan jujur. Sebagai isteri, tidak ada salahnya mengetahui apa tugas dan kesibukan suami di kantor, bukan? Dan sekalipun aktivitas Anda padat, jangan pernah tinggalkan komunikasi antar kalian berdua. Itulah kunci utamanya. Jalin komunikasi antara Anda dan suami secara berkala dan teratur selayaknya teman baik. Yang terpenting, jangan kemukakan segala ketakutan Anda dengan suara emosional atau datar, hal itu malah akan menyulut emosi suami Anda. Bicaralah baik-baik dan disaat yang tepat. Mengutarakan kecemburuan akan intensitasnya yang sering mengobrol dengan rekan kerjanya melalui telepon juga tidak salah.

(rut/rut)

Related Posts