Tips Menghadapi Pasangan Pasif-Agresif

Couple-fight

Gemintang.com – Punya pacar yang jago ngeles, menghindari masalah dan semuanya serba terserah? Hati-hati, jangan-jangan pacarmu seorang pasif-agresif. Pasangan yang pasif-agresif cenderung membuat dirinya menjadi korban dalam hubungan dan menyalahkan semuanya kepadamu.

Ketika hubungan kamu bermasalah, bukannya membicarakan bagaimana memperbaikinya pasangan pasif-agresif cenderung menghindari kamu dan bersikap tidak ada masalah. Untuk itu, kamu perlu mengetahui ciri-ciri pasangan yang pasif-agresif dan bagaimana cara menghadapi mereka.

Ciri-ciri pasangan pasif-agresif:

1. Sering gagal menepati janji

Biasanya seorang pasif-agresif selalu mempunyai alasan untuk setiap janji yang tidak ditepati karena mereka merupakan pembohong atau penipu ulung.

2. Pelupa dan sering kehilangan barang

Mereka sering mengeluhkan kelelahan atau stress yang menyebabkan mereka lupa atau kehilangan barang. Ini akan terjadi terus-menerus selama kamu selalu bersedia membantu mereka ‘mengingatkan’ atau ‘mencarikan barang’.

3. Cenderung menyalahkan orang lain atau ketidakberuntungan

Bila pasanganmu melakukan kesalahan, mereka cenderung tidak mau mengakuinya malah menyalahkan orang lain atau keadaan. Akibatnya, kamu bingung harus berkata apa.

4. Selalu merasa tidak dihargai dan tidak dimengerti

Jika keadaan tidak menguntungkan mereka dan kamu marah, pasangan yang pasif-agresif akan berbalik menyalahkanmu yang tidak bisa mengerti keadaaan mereka. Mereka akan membuat kamu merasa bersalah.

5. Selalu pesimis dalam keadaan apapun

Tampaknya tidak ada hal yang ‘baik’ bagi seorang pasif-agresif. Selalu saja ada sesuatu yang kurang. Bukannya menjalankan tanggung jawab, malah ngeles dan cari alasan

6. Selalu mengingatkan ‘pengorbanan’ yang sudah dia lakukan untuk kamu

Karena merasa sudah melakukan ‘pengorbanan’ untukmu, seorang pasif-agresif akan mengklaim bahwa ia berhak akan sesuatu dari kamu.

7. Melakukan yang sebenarnya tidak ia inginkan karena kamu

Seorang pasif-agresif akan sering berkata, “ini kan yang kamu mau?”

8. Senang menunda-nunda

Dia sengaja menunda-nunda dan menunggu kamu yang mengerjakan segalanya untuk dia. Hati-hati jangan terjebak!

Cara menghadapi pasangan pasif-agresif:

1. Jangan merasa bersalah

Meskipun kamu akan sering dibuat untuk merasa bersalah, janganlah merasa bersalah. Analisa setiap masalah yang ada dan setiap alasan yang pasangan kamu buat dengan kepala dingin. Kalau mereka pandai mempermainkan emosimu, kamu harus pandai menggunakan pikiran yang jernih dalam segala keadaan.

2. Jangan mengikuti permainannya

Setiap ada masalah, pasangan pasif-agresif cenderung menyangkal dan menganggap semua baik-baik saja. Sebaliknya, kamu harus berani untuk mengemukakan masalah tersebut dan memintanya untuk bersama-sama menyelesaikannya.

3. Selesaikan setiap masalah dengan fokus sampai selesai

Ketika membicarakan masalah inti hubunganmu, pasangan pasif-agresif sering melantur ke topik lain yang akhirnya mengalihkanmu dari masalah sesungguhnya. Pastikan apa yang menjadi masalah dibahas tuntas dan diselesaikan.

4. Jangan biarkan ‘kebiasaan buruk’ pasanganmu berlanjut

Kesulitan utama seorang pasif-agresif adalah dalam menyalurkan pandangan dan perasaan dalam menghadapi konflik. Kamu harus menciptakan atmosfir yang membuat pasanganmu nyaman untuk berbagi pandangan dan perasaannya.

foto: galleryhip.com

(ldy/rut)

Related Posts