Panahan Dari Zaman ke Zaman

Photo by gelorabungkarno.co.id

Gemintang.com – Panahan merupakan salah satu olahraga tertua di dunia. Fungsi panahan pun berubah sesuai dengan zamannya, dari awalnya sebagai alat untuk bertahan hidup (berburu), alat perang, sampai saat ini sebagai olahraga. Hampir di semua belahan dunia, panahan pernah digunakan. Bahkan, ada beberapa peristiwa dimana panahan telah mengubah sejarah dunia. Tidak semua cabang olahraga memiliki sejarah yang begitu bervariasi dan menarik seperti olahraga yang satu ini.

Berdasarkan fakta sejarah, panahan diperkirakan sudah dipraktekan sebagai sarana berburu sejak 50.000 tahun SM. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya batu berbentuk mata panah di daerah Afrika. Namun, menurut catatan sejarah, yang pertama kali mengembangkan panahan adalah orang-orang Mesir kuno yang menggunakan panahan sebagai alat berburu dan alat perang di 7500 SM. Alat panahan Mesir kuno cukup besar dan ditaruh diatas kereta kuda, dan perlu dua orang untuk menggunakannya.

Di kawasan Asia, panahan juga sudah lama dipraktekkan. Di Cina pun, panahan sudah dikenal sejak Dinasty Shang (1766-1027 SM). Pada waktu itu dibutuhkan 3 orang untuk menggunakannya di atas kereta kuda. Di abad ke-6, Cina memperkenalkan seni panahan ke Jepang yang kemudian disebut kyujutsu (seni panahan). Saat ini panahan di Jepang dikembangkan menjadi dua bentuk, kyudo dan yabusame. Kyudo merupakam metode fisik, moral dan spiritual dimana pemanah berlatih memanah target 36 cm dengan jarak 28 meter.

Ada beberapa kekuatan militer yang terkenal dengan kemampuan memanahnya. Orang-orang Parthian di Iran dan Afganistan dikenal mampu memanah sambil mengendarai kuda yang berlari. Dari Hungaria, Atila the Hun berhasil memperbesar daerah kekuasaannya sampai ke Laut Kaspia dengan memenangkan perang menggunakan panahan. Pemanah yang paling terkenal handal sepanjang sejarah merupakan orang-orang Mongol yang handal mengendarai kuda sambil memanah ke berbagai arah. Di tahun 1208, Gengis Khan berhasil membangun kekaisarannya dari Austria ke Syria, Rusia, Vietnam dan Cina.

Eropa mengenal panahan ketika orang Norman menjajah Inggris pada tahun 1066. Kemudian Inggris menerapkan panahan ketika berperang melawan Perancis yang berakhir dengan kemenangan di pihak Inggris.  Namun dengan adanya evolusi senjata, panahan tinggalkan sebagai senjata perang. Tanpa disangka, panahan yang dianggap sebagai olahraga banyak diminati orang-orang. Di abad ke-16 dan ke-17, bermunculanlah berbagai komunitas panahan seperti Ancient Scorton Arrow di Yorkshire (1673) dan the Royal Toxophilite (1790).

Pertama kalinya panahan masuk dalam cabang olahraga olimpiade adalah Olimpiade tahun 1900 di Paris. Sayangnya, karena belum adanya peraturan yang sah secara internasional, panahan pun tidak lagi ditandingkan. Setelah puluhan tahun dirumuskan, pada Olimpiade Munich tahun 1972, panahan pun kembali dipertandingkan dalam 4 cabang: panahan pria individu, panahan wanita individu, tim pria, dan tim wanita.

Sekarang, dalam pertandingan panahan tingkat olimpiade digunakan 3 jenis busur, yaitu busur modern (recurve), busur standar, dan busur compound. Selain itu, target panahan yang berukuran diameter 1.22 meter, dengan pusat targer 1.3 meter dari permukaan tanah berbentuk lingkaran 12.2 cm dan diletakkan sejauh 70 meter dari pemanah.

(ldy/rut)

Related Posts