Bandung Night Berlimpah Kuliner

Photo by indonesia.travel

Gemintang.com – Apa sih, jajanan mengenyangkan namun tak perlu menguras dompet? Ya, dunia kuliner memang tak cukup untuk dijajah dan dinikmati sekali saja. Kini, Gemintang akan memberi referensi jajanan apa saja yang pas di dompet, namun rasa dan kualitasnya tak kalah dengan yang lain. Biasanya malam hari adalah saat yang tepat untuk menjajal berbagai menu kuliner. Sebagian orang lebih suka menghabiskan waktu nongkrongnya di pinggiran jalan, melihat kendaraan berlalu lalang, manusia yang berjalan, juga beberapa yang berceloteh ria sambil membawa papan skate board-nya. Dan benar, anak muda seperti inilah yang seringkali terlihat memenuhi pangkalan kuliner di malam hari. Diantaranya tentu terdapat juga orangtua beserta anak-anaknya, seseorang bersama teman kencannya, dan teman dengan seorang teman yang lainnya. Namun siapa sangka, siapapun mereka, ternyata banyak tempat kuliner di Kota Bandung yang cukup sering mereka datangi terkhususkan di malam hari. Apa saja? Ini dia…

  • Sepanjang jalan Ir. H. Juanda

Ir. H. Juanda memang tak hanya terkenal dengan lokasi wisata dan pusat perbelanjaannya saja. Diantara sekian banyak hal yang menarik disana, rupanya ada satu yang lebih menarik saat malam hari. Ya, kuliner malam di sepanjang jalan Ir. H. Juanda atau yang lebih dikenal dengan Dago, adalah salah satu tujuan kuliner yang paling sering dikunjungi. Menu sederhana seperti mie rebus, mie goreng, roti bakar, jagung bakar, pisang keju dan berbagai minuman menghangatkan, sudah tentu akan cukup mengenyangkan Anda. Namun yang terpenting adalah harganya tidak mahal. Untuk 1 porsi menu apapun, tidak lebih dari Rp. 7000,-. Makan puas, kantong pas.

  • Bubur Peer

Berlokasi di Jl. Asia Afrika, Bubur Peer adalah satu yang cukup digemari oleh para pecinta bubur. Namun rupanya, pecinta kuliner lain pun tak jarang ikut antri untuk bisa menikmati menu satu ini. Dengan porsi sedang namun lengkap, penjual tak hanya menjual nama. Walau sudah terkenal, namun khas dari rasa Bubur Peer tak pernah hilang sedikitpun. Irisan daging, telur, ati ampela dan cakue membuat kuliner satu ini terlihat berbeda dari yang lain. Walau berada di pinggir jalan tapi rasanya tetap enak, kok. Terlebih makan bersama orang yang Anda inginkan. Harganya berkisar Rp. 12.000,- Dan setelah menikmati makanannya, jangan menyesal bila Anda ketagihan, ya.

  • Nasi Kalong

Dalam Bahasa Sunda, Kalong artinya Kelelawar. Dengan namanya yang demikian maka tak salah bila tempat kuliner satu ini dibuka mulai pukul 07.00 malam sampai dengan 03.00 dini hari. Hal yang unik adalah nasi kalong ini tak seperti nasi lain yang berwarna putih. Nasi kalong pada dasarnya terbuat dari nasi merah lalu dimasak dengan kluwek sehingga jadilah berwarna hitam. Rempah-rempah yang termasuk didalamnya adalah cabai, daun salam, bawang merah, dan serundeng -kelapa parut goreng. Pelengkapnya ada tumis buncis dan ayam goreng madu. Ayo, pilih yang mana? Cita rasa sudah pasti tak diragukan lagi. Tinggal Anda tentukan kapan bisa mencobanya. Harga berkisar Rp. 20.000,-. Jadi, siap mencoba?

  • Warung Makan Ceu’ Mar

Bertempat di Jl. Banceuy, warung makan Ceu’ Mar siap membuat lidah siapapun bergoyang dengan menu andalannya yakni makanan khas Sunda. Bergelut dengan bisnis yang semakin ramai saja, Ceu’ Mar kini buka mulai pukul 08.00 malam sampai dengan 08.00 pagi hari. Dan bersiaplah dengan antriannya, karena warung makan Ceu’ Mar memang pilihan yang cukup digandrungi oleh para pecinta kuliner di malam hari. Menu yang tersaji cukup banyak, diantaranya ada babat, gulai daging sapi, perkedel, tumisan dan seladah. Namun, tentu masih banyak menu lain yang patut Anda coba kenikmatannya. Harga berkisar antara Rp.10.000,- sampai dengan Rp.20.000,- Oke, perut kenyang, hati senang. Jadi, siapa tertarik, silakan pilih menu favorit Anda saat berlibur di Kota Bandung.

(mir/rut)

Related Posts