Memperkenalkan Budaya Indonesia Lewat Tarian

Indonesia-menari

Gemintang.com – Selalu ada cara menarik untuk memperkenalkan budaya Indonesia di negeri orang. Berangkat dari sebuah hobi, Sri Sabarati Sulastini Kodrat (50) menjadikan tarian sebagai media pengenalan akan wajah ibu pertiwi di negeri matahari terbit, Jepang.

Sebuah wejangan dari Duta Besar RI di Jepang pada tahun 1997 masih sangat ia ingat. Wejangan tersebut mengatakan bahwa di mana pun kita berada, kita harus siap menjadi duta bangsa dengan membawa nama Indonesia. 

Wanita yang akrab disapa Tini ini sudah 38 tahun tinggal di Jepang. Saat usianya 12 tahun ia hijrah dari Solo ke Tokyo karena kedua orangtuanya bekerja di sana. Di negeri matahari terbit itu, Tini mendirikan grup tari bernama Duta Kencana pada tahun 1998. Setahun berikutnya ia mendirikan sanggar tari Duta Melati bagi warga Jepang yang mau belajar tarian Indonesia.

Bersama sanggar tari bentukannya, Tini tidak hanya tampil di acara-acara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), ia juga kerap tampil di acara-acara festival hingga pernikahan. Wanita yang menamatkan pendidikannya di Universitas Komazawa, Jepang, ini merasa senang lantaran bisa ikut andil dalam memperkenalkan budaya Indonesia di negeri orang.

Setali tiga uang dengan Tini, wanita berusia 53 tahun bernama Ninik Kunti Utami Lunde pun merasa bahwa budaya adalah identitas bangsa, dan karena itu, ia ingin mengenalkan tarian daerah sebagai identitas bangsa Indonesia. Ninik merupakan tenaga pengajar di Universitas California Berkeley (UCB). Profesi tersebut sudah ditekuninya sejak tahun 1980-an dengan mengajar pelajaran bahasa Indonesia.

Indonesia-menari-1

Ninik Kunti Utami Lunde dkk.

Selain mengajar, Ninik dan rekan-rekannya rutin mengisi acara di berbagai kesempatan seperti Asian American Heritage Festival, Perayaan 30 Tahun BISA (Berkeley Indonesian Students’ Association), hingga acara Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang di selenggarakan di Union Square, California. Serangkaian kesempatan itu Ninik peroleh lewat kerjasamanya dengan konsulat RI di SFO.

Tari-tarian yang Ninik dan rekan-rekannya tampilkan diantaranya tarian Jawa seperti Srimpi Ludiro Madu, tari Golek, tari Gambyong, tari khas Sumatera Yapong, Serampang 12, hingga tari Pendet. Mulanya Ninik menari sebagai media pelepas rasa rindunya akan tanah air, tapi lama kelamaan aktivitas tersebut menarik minat serta perhatian para rekan-rekannya, baik sesama orang Indonesia maupun orang Amerika lainnya.

Menari untuk Beramal

Selain sebagai hiburan dan media pelepas rasa rindu, Sri Sabarati Sulastini Kodrat dan Ninik Kunti Utami Lunde juga tergugah menjadikan tarian sebagai ajang pertunjukkan pengumpulan dana. Peristiwa alam seperti gempa di Jawa, erupsi Gunung Merapi, banjir di Manado, hingga korban gempa dan tsunami di Tohuku, Jepang, berhasil membuat keduanya memberikan suguhan tarian demi pengumpulan uang bagi para korban bencana alam.

foto: kompas

(rut/rut)

Favorit
Memperkenalkan Budaya Indonesia Lewat Tarian silky

Review

Memperkenalkan Budaya Indonesia Lewat Tarian

Summary: Memperkenalkan Budaya Indonesia Lewat Tarian

5

Good

User Rating: 0 (0 votes)

Related Posts

Klik suka sekarang