Berbisnis dengan Sahabat

Gemintang.com – Sahabat bukan hanya tempat kita bisa mengutarakan keluh kesah, tapi juga bisa menjadi rekan usaha dan bisnis. Ya, jika Sobat Gemintang ingin membangun sebuah bisnis dan kelabakan apabila mengelolanya seorang diri, kamu bisa loh menggaet sahabatmu dan membangun bisnis tersebut bersama-sama.

Ada istilah ‘berdua lebih baik daripada sendiri’. Untuk hal ini, ungkapan tersebut mungkin benar. Keberadaan sahabat tentunya bisa membantu kamu dalam berbagai hal dan kamu tidak perlu menjadi single fighter saat membangun bisnis yang kamu jalani.

Pembagian tugas

Sebelum memulainya, kamu dan sahabat harus menentukan pembagian tugas, hasil, serta jam kerja secara adil dan bijak. Serta jangan lupa membuat business plan dan business progress usaha kalian. Kamu dan sahabat juga bisa membuat surat perjanjian atau kontrak tentang hal ini agar ketika salah satu pihak melenceng dari peraturan kerjasama, kalian bisa mengacu pada perjanjian atau kesepakatan kerja yang telah dibuat dari awal.

Tapi ada juga sebuah bisnis yang dibangun secara bersama-sama dengan konsep friends oriented tanpa terikat kontrak atau perjanjian. Nah, jika hal ini berlaku bagi kamu dan sahabat, tetapkan diri agar jangan pernah melaukan kecurangan atau memanfaatkan salah satu pihak meskipun di saat mendatang kamu diperhadapkan pada kondisi seperti itu.

Modal dan pembagian hasil

Jika usaha yang dibangun sendiri membuat si pelakunya mengeluarkan modal dan membagi tugas secara sendiri juga, maka untuk urusan ini hal tersebut tidak berlaku. Ketika kamu dan sahabat sudah bersepakat menjalin hubungan kerjasama ini, masalah modal merupakan hal yang penting untuk dibicarakan bersama. Komunikasikan secara baik modal yang akan dikeluarkan dari masing-masing pihak.

Apabila dalam hal ini sahabat kamu sebagai investor dan secara keseluruhan kamu yang menjalankan bisnisnya, maka pembagian hasil di bagi sama rata, 50 – 50. Namun bila kamu yang mengeluarkan modal sekaligus menjalankan usahanya, pembagian hasil seperti contoh 60% untuk kamu dan 40% si sahabat, maka itu bisa kamu terima.

Pada intinya, pembagian hasil didasarkan pada peranan dan jenis kerja seperti apa yang kamu terima. Apakah porsi kerja kamu lebih banyak di banding sahabat? Apakah jenis pekerjaan yang kamu kerjakan lebih memakan tenaga ekstra ketimbang yang sahabat lakukan?

Tahan ego

Menjalankan bisnis bersama otomatis akan terjalin banyak komunikasi, diskusi, atau pembicaraan lainnya tentang bisnis yang kalian jalani. Sama seperti sebuah hubungan, membangun bisnis bersama sahabat tidak selamanya berjalan mulus. Pasti ada suka-duka yang harus dilalui. Oleh karenanya, ada saat dimana kalian harus bisa menahan ego masing-masing.

Ketika usul atau pendapat dari salah satu pihak tidak bisa diterima, cari jalan keluarnya. Jangan sampai ketika hal penting yang kalian diskusikan bersama tidak menemui titik temu justru akhirnya berujung pada kehancuran hubungan pertemanan dan bisnis. Ingat kunci utama dan yang paling sederhana, komunikasi.

Jika hal-hal buruk menimpa bisnis yang kalian tangani, jangan buru-buru menyalahkan siapapun. Diskusikan secara baik-baik dan analisis mengapa hal itu bisa terjadi. Cari jalan keluar dengan kepala dingin. Minta bantuan pihak lain jika memang dibutuhkan.

Intinya, berkomunikasi dan bekerjasamalah dengan baik. Gunakan segenap talenta, kemampuan dan daya juang masing-masing agar bisnis yang dijalankan bisa benar-benar sukses.

foto: buyerhive.com

(ysf/rut)

Related Posts