7 Cara Memilih Tempat Magang

Gemintang.com – Bagi mereka yang kuliah maupun yang menimba ilmu disekolah kejuruan, magang menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan. Magang merupakan latihan bagi siswa atau mahasiswa mengenai dunia kerja secara nyata. Setiap sekolah dan kampus memiliki aturan berbeda-beda, namun biasanya jangka waktu magang berkisar 3 bulan hingga 1 tahun.

Ada instansi pendidikan yang langsung menentukan tempat magang bagi para siwa/mahasiswanya, tapi ada juga kampus atau sekolah yang memberi kebebasan kepada mereka untuk memilih sendiri tempat magangnya. Nah, untuk membantu kamu yang bingung harus memilih tempat magang di mana dan seperti apa, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan, nih.

1. Tentukan tujuan magang. Tujuan magang bisa berbeda-beda, misalnya untuk mencari pengalaman kerja, melakukan penelitian skripsi, atau mencari nilai untuk tugas kampus. Pahami dengan benar tujuanmu karena ini akan membantumu mendapatkan tempat magang yang sesuai dengan kompetensi dasar yang kamu pelajari di sekolah maupun kampus.

2. Cari info sebanyak mungkin mengenai perusahaan-perusahaan yang membuka kesempatan magang, terutama perusahaan yang mempunyai afiliasi dengan kampusmu. Info ini bisa kamu dapat dari internet, dosen wali, kakak angkatan, atau pihak kampus. Jika sudah dapat, akan lebih baik lagi jika kamu mencari tahu company profile tempat magang kamu di internet. Dengan begitu kamu sudah tahu gambaran luas perusahaan tersebut sebelum terjun ke dalamnya.

3. Pilih perusahaan yang punya kredibilitas. Pengalaman magang di perusahaan yang cukup dikenal kualitasnya akan sangat membantu karier kamu di masa mendatang. Selain itu, juga bisa menjadi refrensi kamu ketika melamar pekerjaan nanti. Jadi, pilihlah dengan cermat.

4. Cari tahu dengan lengkap tentang deskripsi kerja dan penghasilan yang akan kamu terima. Kamu perlu tahu job desc, salary hingga birokrasi di perusahaan tersebut. Jika kamu bersikap cuek, mungkin bisa saja kamu tidak mendapat hak yang seharusnya kamu terima sebagai karyawan magang. Untuk itu, kamu harus berani bertanya kepada perusahaan tempat kamu magang supaya kamu tidak menyesal.

5. Siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan, portofolio akan menambah peluang. Pastikan semua ketentuan bisa kamu penuhi.

6. Selalu kontak dengan perusahaan tujuan magang supaya kamu tidak ketinggalan berita akan penerimaan atau penolakan lamaran magang yang kamu ajukan. Hal ini juga bisa menunjukkan kepada pihak perusahaan bahwa kamu merupakan karyawan magang yang aktif.

7. Ketika menerima jawaban. Kalau diterima, lakukan aktifitas magang kamu dengan maksimal supaya apabila setelah lulus kamu mau melamar, mereka sudah mengetahui kualitasmu. Tapi kalau tidak diterima, jangan patah semangat. Cari perusahaan lain karena masih banyak perusahaan di luar sana yang membutuhkan kemampuan dan tenagamu.

foto: glassdoor.com

(ldy/rut)

Related Posts